KAIDAH BIOETIK KEDOKTERAN

December 21st, 2008 by cantigsangat

Kaidah dasar bioetik

Dokter dalam bekerja selalu membuat pertimbangan dalam mengambil keputusan. Landasan pertimbangan itu disebut dengan Kaidah Dasar Bioetik (KDB). Sebenarnya KDB ada banyak namun sekarang digunakan 4 untuk penyeragaman. KDB itu antara lain :
1. Beneficence (berdasarkan kebaikan)
Ciri :
· Alturisme (tanpa pamrih, rela berkotban)
· Memandang sesuau atau seseorang tak hanya sejauh menguntungkan dokter
· Manfaat > kerugian
· Menghargai hak pasien
· Golden Rule Principle
2. Autonomy (kemandirian)
Ciri :
· Mengharga hak menentukan nasib sendiri
· Berterus terang
· Menghargai privasi pasien
· Menjaga rahasia
· Melaksanakan informed consent
3. Non Maleficence (darurat)
Ciri :
· Menolong pasien emergensi
· Mencegah pasien dari bahaya lebih lanjut
· Manfaat pasien > kerugian dokter
4. Justice (legal)
Ciri :
· Memberlakukan secara universal.
· Menghargai hak sehat pasien
· Tidak membedakan pelayanan kesehatan yang diberikan.

FARAH n FAREL (NOVEMBER 2007)

November 3rd, 2007 by cantigsangat

Undangan pesta ulang tahun karin yang 17 udah tersebar di seluruh penjuru SMA JAYA.
“datang ya…datang…” begitu ucap Karin saat membagikan udangan pesta ulang tahunnya.
Sampai-sampai satpam sekolahan juga kebagian undangan.
“tapi neng…bapak nggak janji ya bakalan datang…soalnya bapak khan udah tua..nggak mungkin dating ke pesta anak ABG…” kata pak joko.
“yaudah pak..suruh anak bapak aja yang datang….” Kata Karin.
Setelah itu karin menuju Basecampnya…
“hai semuanya…udah pada dapat undangannya khan…” kata Karin.
“ya gimana belum dapet…pagi pagi elo udah teriak teriak….” kata Farah.
“he.he…untuk kami tempat VIP khan….denger denger loe ngundang band indie yach…” tanya sheila…
“yoa…pokoknya pesta gue meriah..rugi kalau loe pada nggak datang…” kata Karin.
“heh..gue jomblo tau…rasanya kurang sreg kalau ke pesta tuch nggak ajak pasangan…” kata Febi.
“iya..ya..gue juga bro…” kata sheila…
“apalagi gue…” kata Farah.
“justru itu jadi tantangan kalian…coba baca deh dibawah ini…setiap orang wajib bawa pasangan n dres codenya adalah Prince n Princes…” kata Karin.
“huah………” teriak semuanya,…
“acaranya satu minggu lagi kok…” kata Karin.
“eh non…satu minggu tuch sebentar tau…” kata Farah.
“ya..pandai-pandai dunkz…” kata Karin.
“well, masalah drescodenya ini loh, masa gue mesti pake gaun gitu..nggak banget dech…” kata sheila.
“yakin loe…dimaz manggung loh…” kata Karin.
“hah..jadi yang loe undang itu bandnya kak dimaz yach…aduh..tenang ja..gue pasti datang….” kata sheila antusias.
“ye…elo mah asyik bisa ajak gebetan loe tuch..siapa namanya tuc..inggi yach…” kata ika.
“oh iya yach..” kata sheila.
“elo juga febi..ajak krisnawan aja..” kata ika lagi.
“nah terus gue sama siapa donkz…” tanya farah…
“hm..secara elo baru putus dan elo belum dapet gebetan baru elo ajak Radit aja…dia khan sepupu loe, n dia khan lumayan cakep, jadi nggak tengsin ngajak dia …” kata ika.
“hm..gue nggak minat ngajak dia…terlalu banyak notabane nya” kata Farah.
“yakin nggak bakalan datang ke pesta gue..gue telen elo hidup-hidup baru tau…” kata Karin.
“thats okey…”

***

“Radit…please…Cuma buat sehari aja kok….ntar loe gue traktir makan yang banyak dech….” kata Farah pada Radit.
“Pura-pura jadi pacar loe…duch..farahku sayang..elo nich..cari cowok lain kenapa sich..elo khan tau gue punya pacar…ntar si Indah bisa ngamuk…” kata Radit.
“nggak mungkin dech si Indah itu tau…coz sekolahannya dia khan ada di pelosok kota nan jauh sana.” Kata Farah.
“ya siapa tau aja ada temennya yang diundang si Karin…” kata Radit.
“gue jamin dech…” kata Farah tersenyum jahil.
“Kalau ketahuan elo tanggung jawab yach…” kata Radit.
“sip dah…” kata farah.
“si farel datang juga…” tanya Radit.
“nah itu dia…katanya dia bakal datang sama cewek barunya…masa gue kalah saing sich sama dia…nggak bisa dibiarin donkz…..” kata farah.
“elo nich ya….keras kepala banget…makanya bruran cari cowok…masa kalah sama si farel…” goda radit.

***

“well udah dapet undangan ultanya si karin…” tanya diko.
“udah…” kata farel.
“ama siapa loe datang…” tanya diko…
“kayaknya sama si Felicia…” kata farel.
“cewek baru loe…” tanya diko.
“Cuma temen cewek…”
“oh…” kata si diko .
Farel menelfon Felicia…
“pokoknya loe mesti dandan secantik-cantiknya malam itu…gue pengen si farah nggak berkutik neglihat elo…biar dia tau..gue bisa dapetin cewek yang lebih dari dia…”
“elo tuch yach…nyusih gue aja….ngapain sich mesti bohong bohong segala sama si farah….apa imbalan buat gue…” kata Felicia.
“gue kasih elo voucher belanja 500.000…” kata Farel.
“okey dech….kebetulan cowok gue ultah akhir bulan ini…jadi duitnya bisa gue beliin dia….”

***

Ultah karin begitu meriah….
“ssst..si Farah tuch ama Radit…” kata sheila.
“hai semuanya…” kata Farah.
“akhirnya loe datang juga..kirain elo nggak datang….”
“ya jelas donk gue mesti hadir diacara ini….” kata farah.
“hey dit…tambah cakep aja loe…” kata si Karin.
“gue tuch emang selalu cakep tau nggak…” kata Radit.
“elo tuch narsis tingkat tinggi yach….” kata Farah.
“Narsis never died, honey…” kata Radit.
“duch………udah hkayak pacaran betulan…” kaat sheila .
“sst…si Farel datang tuch..ama cewek barunya…” kata Febi.
“ng..dari jauh cakep juga tuch cewek…” kata Farah…
“kok kayaknya gue familiar yach sama tuh cewek…” kata Radit…
“temen sekolah loe kali…” kata Farah.
“itu khan…” Radit lalu menemui Farel dan cewek yang digandengnya.
“Radit tunggu…” kata Farah mengejar Radit.
Radit berhenti didepan Farel dan Felicia .
Diikuti oleh Farah.
“Radit…” kata felicia gugup .
“Felicia Raindah..loe kok bohong sama gue..loe bilang loe mau pergi sama nyokap loe malam ini…” kata Radit.
“o..o…” Farah meng-O .
“siapa cewek ini…” tanya Felicia yang ternyata dipanggil indah dan pacarnya Radit pula.
“gue yang mestinya nanya…ngapain loe berdua sama cowok ini…” kata Radit setengah berteriak sambil menunjuk farel.
“loe selingkuh yah….” teriak radit.
“ini ada apa sebenarnya sich…” tanya Farel
“kayaknya gue ngerti dech…kita bicarain masalah ini baik baik yuk…nggak enak dilihat orang” ajak farah.
Mereka berempat lalu menjauh dari kediaman pestanya karin.
“well…masalahnya gimana nich…” kata Radit.
“Indah elo pacarnya Radit khan… ” tanya farah .
“iya…loe sendiri siapa…” kata Indah .
“loe juga salah…udah tau punya pacar masih juga jalan sama cewek lain……” kata Farel sambil menunjuk radit.
“stop…Farah bukan cewek gue…” kata Radit.
“Tapi tetep aja…dia tuh cewek tau…dan elo juga bilang malem nich loe mau nganterin sepupu elo….” kata Indah .
“eh udah..jangan ribut…” kata farah.
“sekarang elo farel…elo pacaran sama Indah…” tanya farah .
“ng..” farel terdiam sambil nggaruk-garuk kepalanya yang nggak gatal.
“jujur aja dech ngapain bohong..daripada timbul masalah baru…” kata Indah.
“Bukan….” kata Farel.
“okey..gue juga…Radit bukan pacar gue…dia sepupu gue….” kata Farah .
“well. Maafin gue ya radit, gue..gue Cuma…” kata Indah.
“gue yang salah…gue yang maksa indah buat pura pura jadi pacar gue…maafin gue ya radit…” kata farel.
“okey nggak masalah kok…”
“lagian dia ngelakuin ini juga buat elo kok….dia minta imbalan duit buat beli kado ulang tahun buat elo…besok elo ulang tahun khan..rencananya pulang dri sini kita bakal belanja…tapi udah ketahuan gini…” kata Farah .
“lagian elo juga ngapain pura-pura cari pacar…” kata farah ketus .
“biar elo cemburu…elo juga ngapain pura-pura pacaran sama radit…” kata farel blak-blakan.
“ye…gue mah nggak bakal cemburu sama cewek manapun yang elo gandeng…” kata farah .
“yakin loe…perasaan gue tadi…muka elo agak lain waktu ngelihat Indah….” goda farel…
“udah ah..kalian ngapain sich ribut-ribut…” kata indah.
“hm..kayaknya kita mesti pergi nich…” kata radit menggandeng indah..
“yach..terus gue…” kata Farah.
“Farel…anterin adek gue pulang yach…” kata Radit seraya pergi.
“eh..gue nggak mau…amit-amit cabang bayi dech gue pulang ama dia…” teriak farah.
Tapi radit dan indah sudah beranjak pergi.
“well udahlah..gue nggak mau gini terus sama elo…” kata Farel.
“apaan sich elo…” kata farah ketus.
“loe mau khan jadi temen gue…” kata Farel.
“teman…hm…gimana yach….ntarlah gue pikir-pikir dulu…” kata farah.
“yach…masa jadi temen aja mesti mikir-mikir dulu sich….” kata Farel.
“ya gimana lagi….” kata Farah.
“tetep keras kepala yach…” kata Farel.
“bodo….” kata farah meningalkan farel.
“hei…tungguin gue..elo pulang ama gue khan…” teriak farel.
“gue pulang naik taxi aja….” kata farah.
“eh gue dapat amanat tau…..”kata farel.
“bodo….” teriak farah dari jauh.
“loe tuch..lucu banget kalau lagi marah yach…” kata farel pelan….
Tiba-tiba farah berbalik dan mendekati farel.
“kayaknya tawaran elo jadi temen gue udah gue terima dech…tapi anterin gue pulang yach…” kata farah.
“hm..gimana yach….” kata farel pura pura menolak.
“ae…elo tuch dapat amanat dari orang…” kata farah lagi.
“hm…bolehlah…yuk…” kata farel.
“kemana..?” tanya farah.
“acara puncaknya udah dimulai tuch…” kata farel.
Kembang api pun dinyalakan, dan terdengar lagu ucapan selamat ulang tahun.

***

FARAH n FAREL (OKTOBER 2007)

October 10th, 2007 by cantigsangat

Farah menuju kelasnya dengan wajah yang lumayan gembira. Seperti biasa, ia tidak langsung datang kekelasnya, melainkan ke kelas sobatnya di 3 ipa 3.

“slamat pagi…..” ucap fara.

“hai pagi juga..” jawab Sheila.

“mana Febi….” Tanya farah.

“belum datang…” kata ika.

“bro…aku punya kabar buruk…” kata Sheila.

“apaan bro…” Tanya farah.

“nanti aku kasih tau..aku siapin pr aku dulu ya…” kata Sheila.

Farah menunggu Sheila menyelesaikan prnya dengan wajah tegang.

“eh, Farah ada masalah apa lagi sama Farel… kalian khan udah lama putus…  ” kata Sheila.

“nggak ngerti dech maksudnya….” Kata farah.

“nih, kemarin anak tuch sms aku, katanya kamu tuch udah ngejelek-jelekin dia sama pacar-pacarnya…” kata Sheila.

“ya ampun, kok tega banget dia mitnah aku kayak gitu…semenjak putus sama dia aku nggak pernah yang namanya ngubungin dia lagi tau!!!” kata farah terkejut.

“baca aja dech smsnya…” kata Sheila meminjamkan hpnya.

Farah terkejut setelah membaca semua sms dari farel, jelas semua itu bohong belaka.

“sumaph dech….aku nggak pernah kayak gituw…….penting aja apa aku gangguin pacar-pacar dia itu…” kata farah hamper menangis.

“well, kita percaya sama kamu kok, mungkin si farel sakit hati aja gara-gara kamu putusin itu…” kata ika.

“ya udahlah aku masuk kelas dulu, pelajaran bu citra nich…” kata farah….

Saat farah keluar dari kelas itu ia bertemu Romy, sohibnya dan sohib farel.

“farah ntar istirhat gue mau ngomong sama elo…” kata romy.

“yaudah aku tunggu di kelas…” kata farah.

***

Bel istirahat sudah berbunyi.

Romy sudah berada didepan kelaz farah.

“what’s up…” Tanya farah.

“aku Cuma mau bilangin aja, kemarin farel curhat sama aku, katanya kamu ngerusak hubungan dia sama pacarnya…” kata romy.

“hah…”

“ya aku Cuma mau bilang, kalian khan udah putus, nggak usahlah gangguin farel lagi…” kata romy.

“terserah aja…asal kamu tahu, aku udah nggak minat ngurusin cowok nggak penting itu…” teriak farah sambil meninggalkan kelas.

***

“katanya pacarnya farel itu, anak baru di kelas 2 ips itu loh….” Kata Sheila.

“iya, kata farel tadi, dia yang ngadu ke farel kalau kamu sering gangguin dia…” kata febi.

“cape dech….ntar aku mau samperin tuch anak…” kata farah.

“sekarang yuk, aku mau lihat nona farah beraksi…”

Farah n the gank lalu menemui anak baru itu.

“kamu baby ya…” kata farah.

“iya kak…”

“knalin aku farah..”

“kakak pacarnya b’ farel ya…”

“bukan pacar tapi mantan…”

“oh…”

“aku Cuma mau nanya, kamupernah ngadu yang macam-macam sama farel…”

“ngadu apa kak…”

“kamu bilang sama farel kalau aku sering ganggu kamu, padahal kenal kamu aja baru sekarang…”

“nggak ada kok kak…sumpah…”

“tapi farel kok bisa bilang kayak gitu ya…”

“emang sich b’ farel pdkt ama baby, tapi banyak yang bilang b’ farel itu udah punya pacar namanya k’ farah….” Kata baby.

“okey, makasih kalau gitu, berarti yang brengsek itu si farel…” kata farah menahan geram.

***

Besoknya…

Farah, ben, dan ika sedang duduk di depan kelasnya, tiba-tiba farel datang.

“farah, boleh ngomong bentar…” kata farel.

“mau ngomong apa…”

“ya nggak disinilah…”

“knapa…disini ajalah…”

“nggak enak…”

“yawdah…”

Farah dan farel lalu menuju taman sekolah.

“farah aku ada salah apa sich sama kamu…” kata farel.

“yang jelas kamu tuch banyak salah sama aku…” kata farah.

“tapi kamu jangan dong gangguin pcar-pacar aku, maksud kamu nelfnin siska sama baby apa…trus pake jelek-jelekin aku segala….” Kata farel.

“udah puas mitnahnya tuan farel…” kata farah..

“bukan fitnah, tapi fakta…”

“okey kalau emang kayak gitu…sekarang juga aku bakal panggil baby buat jad saksi…”

“untuk apa,  ini khan masalah kita berdua…”

“ya jadi saksi, atau kamu takut ketahuan kalau kamu tuch bohong…” kata farah .

“siapa yang takut….”

“Sheila panggilin baby dunkz…” kata farah.

“farah…” kata farel.

“belum terlambat buat ngaku…” kata farah.

“ngaku apaan…”

“farel, kamu tuch gengsi banget sich jadi cowok…”

“selama aku bener…”

Baby akhirnya datang….

“hm…baby sekarang kamu jawab dengan jujur pertanyaan aku….apakah aku pernah ngejelek-jelekin farel ke kamu…” kata farah.

“nggak kak…”

“tuch khan farel…”

“tapi kemarin baby bilang…” kata farel membela diri.

“nggak ada kok kak…” kata baby.

“okey, dosa kamu banyak banget yach…udah ngefitnah 2 orang sekaligus, eh 3 orang, aku, baby n siska, kemarin juga aku udah telfon siska, dan dia jawab dengan jujur, aku nggak prnah kayak gitu farel….” Kata farah.

“farah…”

“kamu mau ngomong apalagi… ternyata dulu selama 2 tahun kita pacaran ada satu sifat kamu yang nggak aku tahu, yaitu tukang fitnah…” kata farah.

“kak, baby balik kekelas ya…”

“yawdah, makasih ya dek…” kata farah.

“farah, aku nggak bermaksud kayak gituw…”

“udahlah…aku udah muak ngelihat kamu…” kata farah.

“farah maafin aku…emang aku yang salah….” Kata farel memegang tangan farah.

“aku sengaja kayak gini supaya aku bisa ngomong sama kamu, sejak kita putus dulu kita nggak pernah sedikitpun berteguran, padahal aku nggak bisa kayak gitu…aku saying banget sama kamu farah…” kata farah…

“seandainya kamu nggak giniin aku, mungkin saat ini aku juga bilang aku sayang banget sama kamu, tapi dengan kejadian ini aku berterimah kasih bangetkarna aku udah tau sosok kamu sebenarnya, pecundang…” farah menarik tangannya dan menampar farel.

“farah…” kata farel memegang pipinya.

“jangan pernah deketin aku lagi, jangan pernah ganggu aku lagi, aku benci banget sama kamu…” kata farah.

“kamu bohong khan farah, kamu masih sayang khan sama aku..” kata farel.

“nggak…”

“kalau kamu beneran udah benci sama aku, tamper aku lagi buat nebus kesalahan aku ini…” kata farel.

Farah bersiap mengangkat tangannya…

“apa kamu bener-bener udah benci sama aku, apa aku udah nggak ada kesempatan lagi buat ngejalani hari-hari bareng kamu…” Tanya farel….

PLAK…………..

“nggak akan pernah lagi………” kata farah berlari meninggalkan farel .