Farah menuju kelasnya dengan wajah yang lumayan gembira. Seperti biasa, ia tidak langsung datang kekelasnya, melainkan ke kelas sobatnya di 3 ipa 3.
“slamat pagi…..” ucap fara.
“hai pagi juga..” jawab Sheila.
“mana Febi….” Tanya farah.
“belum datang…” kata ika.
“bro…aku punya kabar buruk…” kata Sheila.
“apaan bro…” Tanya farah.
“nanti aku kasih tau..aku siapin pr aku dulu ya…” kata Sheila.
Farah menunggu Sheila menyelesaikan prnya dengan wajah tegang.
“eh, Farah ada masalah apa lagi sama Farel… kalian khan udah lama putus… ” kata Sheila.
“nggak ngerti dech maksudnya….” Kata farah.
“nih, kemarin anak tuch sms aku, katanya kamu tuch udah ngejelek-jelekin dia sama pacar-pacarnya…” kata Sheila.
“ya ampun, kok tega banget dia mitnah aku kayak gitu…semenjak putus sama dia aku nggak pernah yang namanya ngubungin dia lagi tau!!!” kata farah terkejut.
“baca aja dech smsnya…” kata Sheila meminjamkan hpnya.
Farah terkejut setelah membaca semua sms dari farel, jelas semua itu bohong belaka.
“sumaph dech….aku nggak pernah kayak gituw…….penting aja apa aku gangguin pacar-pacar dia itu…” kata farah hamper menangis.
“well, kita percaya sama kamu kok, mungkin si farel sakit hati aja gara-gara kamu putusin itu…” kata ika.
“ya udahlah aku masuk kelas dulu, pelajaran bu citra nich…” kata farah….
Saat farah keluar dari kelas itu ia bertemu Romy, sohibnya dan sohib farel.
“farah ntar istirhat gue mau ngomong sama elo…” kata romy.
“yaudah aku tunggu di kelas…” kata farah.
***
Bel istirahat sudah berbunyi.
Romy sudah berada didepan kelaz farah.
“what’s up…” Tanya farah.
“aku Cuma mau bilangin aja, kemarin farel curhat sama aku, katanya kamu ngerusak hubungan dia sama pacarnya…” kata romy.
“hah…”
“ya aku Cuma mau bilang, kalian khan udah putus, nggak usahlah gangguin farel lagi…” kata romy.
“terserah aja…asal kamu tahu, aku udah nggak minat ngurusin cowok nggak penting itu…” teriak farah sambil meninggalkan kelas.
***
“katanya pacarnya farel itu, anak baru di kelas 2 ips itu loh….” Kata Sheila.
“iya, kata farel tadi, dia yang ngadu ke farel kalau kamu sering gangguin dia…” kata febi.
“cape dech….ntar aku mau samperin tuch anak…” kata farah.
“sekarang yuk, aku mau lihat nona farah beraksi…”
Farah n the gank lalu menemui anak baru itu.
“kamu baby ya…” kata farah.
“iya kak…”
“knalin aku farah..”
“kakak pacarnya b’ farel ya…”
“bukan pacar tapi mantan…”
“oh…”
“aku Cuma mau nanya, kamupernah ngadu yang macam-macam sama farel…”
“ngadu apa kak…”
“kamu bilang sama farel kalau aku sering ganggu kamu, padahal kenal kamu aja baru sekarang…”
“nggak ada kok kak…sumpah…”
“tapi farel kok bisa bilang kayak gitu ya…”
“emang sich b’ farel pdkt ama baby, tapi banyak yang bilang b’ farel itu udah punya pacar namanya k’ farah….” Kata baby.
“okey, makasih kalau gitu, berarti yang brengsek itu si farel…” kata farah menahan geram.
***
Besoknya…
Farah, ben, dan ika sedang duduk di depan kelasnya, tiba-tiba farel datang.
“farah, boleh ngomong bentar…” kata farel.
“mau ngomong apa…”
“ya nggak disinilah…”
“knapa…disini ajalah…”
“nggak enak…”
“yawdah…”
Farah dan farel lalu menuju taman sekolah.
“farah aku ada salah apa sich sama kamu…” kata farel.
“yang jelas kamu tuch banyak salah sama aku…” kata farah.
“tapi kamu jangan dong gangguin pcar-pacar aku, maksud kamu nelfnin siska sama baby apa…trus pake jelek-jelekin aku segala….” Kata farel.
“udah puas mitnahnya tuan farel…” kata farah..
“bukan fitnah, tapi fakta…”
“okey kalau emang kayak gitu…sekarang juga aku bakal panggil baby buat jad saksi…”
“untuk apa, ini khan masalah kita berdua…”
“ya jadi saksi, atau kamu takut ketahuan kalau kamu tuch bohong…” kata farah .
“siapa yang takut….”
“Sheila panggilin baby dunkz…” kata farah.
“farah…” kata farel.
“belum terlambat buat ngaku…” kata farah.
“ngaku apaan…”
“farel, kamu tuch gengsi banget sich jadi cowok…”
“selama aku bener…”
Baby akhirnya datang….
“hm…baby sekarang kamu jawab dengan jujur pertanyaan aku….apakah aku pernah ngejelek-jelekin farel ke kamu…” kata farah.
“nggak kak…”
“tuch khan farel…”
“tapi kemarin baby bilang…” kata farel membela diri.
“nggak ada kok kak…” kata baby.
“okey, dosa kamu banyak banget yach…udah ngefitnah 2 orang sekaligus, eh 3 orang, aku, baby n siska, kemarin juga aku udah telfon siska, dan dia jawab dengan jujur, aku nggak prnah kayak gitu farel….” Kata farah.
“farah…”
“kamu mau ngomong apalagi… ternyata dulu selama 2 tahun kita pacaran ada satu sifat kamu yang nggak aku tahu, yaitu tukang fitnah…” kata farah.
“kak, baby balik kekelas ya…”
“yawdah, makasih ya dek…” kata farah.
“farah, aku nggak bermaksud kayak gituw…”
“udahlah…aku udah muak ngelihat kamu…” kata farah.
“farah maafin aku…emang aku yang salah….” Kata farel memegang tangan farah.
“aku sengaja kayak gini supaya aku bisa ngomong sama kamu, sejak kita putus dulu kita nggak pernah sedikitpun berteguran, padahal aku nggak bisa kayak gitu…aku saying banget sama kamu farah…” kata farah…
“seandainya kamu nggak giniin aku, mungkin saat ini aku juga bilang aku sayang banget sama kamu, tapi dengan kejadian ini aku berterimah kasih bangetkarna aku udah tau sosok kamu sebenarnya, pecundang…” farah menarik tangannya dan menampar farel.
“farah…” kata farel memegang pipinya.
“jangan pernah deketin aku lagi, jangan pernah ganggu aku lagi, aku benci banget sama kamu…” kata farah.
“kamu bohong khan farah, kamu masih sayang khan sama aku..” kata farel.
“nggak…”
“kalau kamu beneran udah benci sama aku, tamper aku lagi buat nebus kesalahan aku ini…” kata farel.
Farah bersiap mengangkat tangannya…
“apa kamu bener-bener udah benci sama aku, apa aku udah nggak ada kesempatan lagi buat ngejalani hari-hari bareng kamu…” Tanya farel….
PLAK…………..
“nggak akan pernah lagi………” kata farah berlari meninggalkan farel .